Pembelajaran Bina Santri SMP Al Wathoniyah 9 di Fasilitas Terbaru Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9

Pembelajaran Bina Santri SMP Al Wathoniyah 9 di Fasilitas Terbaru Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9

Pembelajaran Bina Santri SMP Al Wathoniyah 9 di Fasilitas Terbaru Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9

Dengan cuaca yang cerah, pada tanggal 15 April 2026 siswa SMP Al Wathoniyah Asshodriyah 9 kelas 8C antusias menuju Mushola di Gedung baru area C Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 untuk mengikuti kegiatan Bina Santri sesi pagi bersama Ust. Abdul Ghafar, S.H.I. 



Meski kegiatan pembelajaran sehari-hari siswa SMP Al Wathoniyah 9 biasa dilaksanakan di area gedung D, namun untuk mendapatkan nuansa baru agar suasana pembelajaran siswa lebih dinamis, maka per tanggal tersebut seluruh kegiatan Bina Santri akan tersentral di Mushola baru di area gedung C ini. 



Diawali dengan shalat duha berjamaah yang diimami salah satu siswa sebagai bentuk pendidikan dan pengkaderan, siswa melaksanakan rangkaian kegiatan pembuka ini dengan khusyu. Setelahnya acara dibuka oleh Ust. Abdul Ghafar, S.H.I. lalu dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin yang dipimpin oleh ananda Khanza Aulia Azzahra. 



Bina Santri sebagai salah satu program unggulan Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 mengkombinasikan pembelajaran, praktik langsung, dan penampilan siswa dalam rangkaian kegiatannya guna mendapatkan output maksimal bagi siswa terhadap pemahaman dan kecakapan kegiatan keaagamaannya. 



Materi Bina Santri kelas 8C kali ini tentang shalat jumat dan shalat jenazah. Diawali dengan penjelasan Ust. Abdul Ghafar mengenai shalat jumat lalu pembelajaran dilaksanakan dengan interaktif sehingga beberapa bagian matetri yang terdapat dalam modul khusus Bina Santri diarahkan untuk dibacakan oleh perwakilan siswa. 



Materi berkenaan shalat jumat kali ini merupakan penguatan terhadap pertemuan sebelumnya guna mereview kembali agar apa yang diingat siswa menjadi lebih kuat. Setelah itu materi pembelajaran dilanjutkan ke pembahasan shalat jenazah yang definisnya dibacakan oleh salah satu siswa. 



Ustadz Abdul Ghafar kemudian melanjutkan penjelasan kepada syarat dan rukun shalat jenazah dilanjutkan dengan simulasi praktik pelaksanaan shalat jenazah. Yang dibimbing oleh Ust. Ali M. Hamzah, S.Pd. dan diimami oleh ananda Racka Ihsanul Yahya. Setelahnya siswa siswi menyetorkan hafalan bacaan shalat jenazahnya per orang sebagai post-test atas pembelajaran yang sudah dilaksanakan dengan hasil yang cukup memuaskan. 


Dengan terselenggaranya Bina Santri kali ini diharapkan siswa siswi menguasai keilmuan dan dan kecakapan ke dua ibadah tersebut khususnya shalat jenazah dan memahami fadilahnya sesuai yang termaktub dalam hadis: 

ู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฒูŽุฉูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุตูŽู„ู‘ูู‰ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽู„ูŽู‡ู ู‚ููŠุฑูŽุงุทูŒ ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุฏู’ููŽู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ู‚ููŠุฑูŽุงุทูŽุงู†ู  . ู‚ููŠู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู‚ููŠุฑูŽุงุทูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ  ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽุจูŽู„ูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ูŽูŠู’ู†ู

โ€œBarangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.โ€ Ada yang bertanya, โ€œApa yang dimaksud dua qiroth?โ€ Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam lantas menjawab, โ€œDua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.โ€ (HR. Bukhari Muslim). 


LINK TERKAIT