
Menanam Benih Religius Menguatkan 3 Rukun Agama
Pembukaan Bina Santri Semester Ganjil 2026/2027
Kamis 23 Juli 2026 di pagi yang cerah, siswa siswi kelas X AKL 1 dan X AKL 2 SMK Dinamika Pembangunan 2 mendapat kesempatan istimewa untuk menjadi rombongan belajar pertama yang menerima pengajaran program Bina Santri semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027.
Bina Santri merupakan program unggulan yang telah menjadi ciri khas dari tiga lembaga di bawah naungan Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9. SMP Al Wathoniyah 9, SMK Dinamika Pembangunan 1 dan SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta. Pada program ini selama satu tahun siswa diberikan materi pembelajaran yang sudah disusun khusus untuk menguatkan tiga aspek yang menjadi rukun agama: perbaikan ahlak dan adab, penguatan akidah dan pemahaman serta praktik ibadah (fiqih) sebagai bekal yang dibutuhkan para siswa untuk menjadi lulusan dengan adab, keilmuan dan praktik ibadah yang cukup baik.
Bertempat di aula gedung E, dimulai dari pukul 07.00 setelah pembukaan, Kepala Sekolah SMK Dinamika Pembangunan 2 Siti Aliyah, S.Ag. memberikan pembekalan bahwa melalui program ini sudah terbukti dari angkatan-angkatan sebelumnya, muncul siswa-siswa yang kelak menjadi pionir yang berperan di dalam acara-acara besar. Baik menjadi MC, Pembaca Quran, memimpin sholawat dan lain sebagainya. Karena selain penguatan 3 jenis keilmuan yang telah di sebutkan di atas, di Bina Santri ini para siswa juga dilatih untuk berperan pada tugas-tugas acara sebagaimana tersebut sebelumnya.
Pada sesi pertama dimulai dengan latihan siswa dari mulai MC, Pembacaan Quran, Dzikir Tahlil, Kultum dan doa semua oleh siswa yang telah terjadwal sebagai bentuk pendidikan langsung dengan metode praktik. Dan ada pula siswa yang menampilkan bakat membawakan lagu religi agar pada pembukaaan pertemuan perdana ini menjadi lebih menarik.
Sesi ke dua yaitu pemaparan materi yang disampaikan oleh Ust. Fahd Aldhiya, S.Pd. dan disambung oleh Usth. Bunga Ramadhanty S.Pd. dengan materi pertama mengenai thaharah (bersuci). Materi ini dipilih untuk menjadi pelajaran pertama sebab siswa yang sudah usia SMK sudah seharusnya mengetahui dan bisa mempraktikan tata cara bersuci dengan benar. Meski bertajuk Bina Santri, namun pemaparan materi tetap disampaikan dengan media pembelajaran digital dengan slide dan video-video edukatif yang disajikan dengan interaktif agar proses pembelajaran dinamis dan siswa dapat antusias dan diiringi pula dengan beragam ice breaking menarik.
Dengan dimulainya program ini, diharapkan siswa selain mendapat ilmu akademik, mahir dalam kejuruan masing-masing, juga menjadi pribadi-pribadi berjiwa dan berilmu santri sehingga seimbang antara ilmu umum dan ilmu juga praktik agamanya. Aamiin.